Hati-hati, Kecanduan Gadget Bisa Mengurangi Kepuasan Pasutri di Ranjang

Hati-hati, Kecanduan Gadget Bisa Mengurangi Kepuasan Pasutri di Ranjang

1283

blog.eriknerum.comAdanya teknologi tak dipungkiri bisa mempermudah kehidupan seseorang utamanya untuk berkomunikasi. Khususnya bagi pasangan suami istri, gadget memang bisa mempermudah komunikasi. Tapi jangan salah, keseringan pakai gadget juga bisa mengurangi kepuasan Anda berdua di ranjang lho.

Psikolog seksual Zoya Amirin, M.Psi melakukan analisa terhadap kasus yang dialami kliennya. Hasilnya, tingkat keromantisan individu menyusut karena banyaknya gadget atau perangkat elektronik yang ikut masuk ke kamar tidur. Bahkan, kepuasan dalam hubungan pasangan pun berkurang.

“Pasangan yang menggunakan lima atau lebih saluran komunikasi elektronik, kepuasannya di ranjang 14 persen lebih rendah dibanding pasangan yang kurang terhubung secara elektronik,” jelas Zoya di sela-sela press conference Durex #TurnOnToTurnOff di Fx Senayan, Jakarta, Kamis (27/3/2014).

Ia mencontohkan komunikasi tersebut misalnya Anda lebih sering bertegur sapa dengan pasangan di sosial media. Selain untuk tujuan komunikasi juga untuk untuk menunjukkan pada orang lain bahwa kondisi rumah tangga Anda berdua baik-baik saja.

“Kalau bisa ngobrol langsung kenapa harus chatting-chattingan. Lagipula pola komunikasi yang terjadi itu sering terbalik. Ada yang mau menghubungi pasangannya justru bukan telepon langsung, tapi justru lewat social media,” terang wanita berperawakan tinggi ini.

Menurutnya, seharusnya pertama kali jika ingin berkomunikasi dengan pasangan terutama dalam jarak jauh adalah lewat telepon, video call, SMS, baru setelah itu ‘menyapa’ pasangan melalui sosial media. Tapi yang disayangkan Zoya justru ini terjadi sebaliknya.

Lebih lanjut, ia mengutarakan intim tidak harus selalu berhubungan dengan fisik. Sebab hubungan yang intim antara pasangan harus melibatkan fisik, hati, dan pikiran. Apalagi, teknologi adalah perpanjangan tangan manusia, sehingga dikatakan Zoya kitalah yang mengontrol teknologi, bukan kita yang dikontrol teknologi.

“Banyak masyarakat yang saat bercinta sempat memainkan gadgetnya. Kecanduan teknologi tidak membuat komunikasi kita lebih baik. Di gadget kita pakai bahasa tulisan, tapi justru kita gunakan bahasa verbal,” kata Zoya.

Padahal, bahasa verbal seyogianya disampaikan secara langsung supaya maknanya bisa ditangkap dengan benar. Justru, kebiasaan menggunakan bahasa verbal untuk tulisan bisa membuat seseorang salah persepsi. “Kecanggihan alat komunikasi malah bisa membuat koneksi virtual makin parah,” ujar Zoya.

Sumber: Detikcom

Masukan Komentar Anda

Komentar