Oral Sex. Bermanfaatkah?

Oral Sex. Bermanfaatkah?

4116
Oral Sex. Bermanfaatkah?
Oral Sex. Bermanfaatkah?

blog.eriknerum.com – Oral sex dalam kehidupan sebagian suami istri adalah kebutuhan. Ada juga sebagai selingan. Ada juga sebagai pengganti jika istri sedang haid dan semua ini menjadi sah-sah saja. Tapi yang menjadi masalah jika ada yang menganggap oral sex begitu menjijikkan. Seperti sebuah perkataan seorang ibu muda sebut saja “Maya”,”Masa mulut saya dimasukin alat kencingnya pria? ihh nggak maulah.” Nah, bagi yang merasa jijik tentu lebih baik jika tidak melakukan. Karena hubungan sex untuk mendapatkan kenikmatan secara lahiriah dan batiniah. Kalau merasa jijik tentu akan menjadi tekanan jiwa.

Jika ditilik secara kesehatan, maka oral sex tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Karena sekotor apapun tempat kemaluan, tetap saja itu bagian dari tubuh kita dan tubuh pasangan kita. Yang bisa dibersihkan sebelum dan sesudah melakukannya. Bisa dengan teknik menjilat maupun mengulum bagi istri. Sedang bagi suami bisa dengan menjilati atau mengecupnya saja. Jikalau memang ada bakteri yang masuk dalam mulut, tetap saja imun dalam tubuh kita tetap saja bisa melindungi. Jadi tetap tenang saja jika masih dalam lingkup pasangan sah. Lain soal jika dilakukan oleh pasangan yang belum menikah. Walaupun sebenarnya belum bisa dikatakan pasangan. Maka jika terjadi hal-hal yang merugikan kesehatan seperti bibir muncul bisul atau penularan Penyakit Menular Sexual itu lebih faktor “hukuman dari Tuhan”. Jadi sekali lagi, jika dilakukan oleh suami istri maka dinikmati saja. Intinya kebersihan alat kelamin harus dijaga sebelum melakukan oral sex.

Psikis negatif yang diperoleh dari aktifitas oral sex timbul jika salah satu pasangan tidak suka melakukannya. Karena seperti paksaan dan ini akan memberikan dampak tekanan jiwa. Jika ini terjadi maka dalam hubungan sexual akan menjadi hambar dan benih kebencian akan muncul. Walaupun itu suami kita sendiri atau istri kita sendiri. Misal jika suami tidak suka oral sex dan istri terus mendesak ingin agar vaginanya dioral. Dengan alasan tidak bisa orgasme jika tidak dioral. Suami yang sudah tertekan seperti ini, ketika melihat vagina istrinya seperti daging kotor. Gairah sexualnya akan turun dan mungkin saja dalam melayani istrinya akan ogah-ogahan, begitu juga sebaliknya.

Psikis positif yang didapat dalam melakukan oral sex adalah seakan-akan memuliakan pasangan kta. Karena tempat yang dianggap kotor, kita tetap sudi untuk mencium dan merendah kepadanya. Kita bisa menghormat kepada pasangan tersebut. Hal itu juga sebagai lambang penghargaan kita kepada pasangan kita. Misal suami yang mengoral vagina istrinya, dia seakan mengatakan kepada istrinya,”sayang betapa aku menyayangimu, menghargaimu dan dari tempat ini engkau lahirkan anak-anak kami. Terima kasih sayang, dari tempat ini engkau berjuang mati-matian untuk menghadirkan buah hati kita. Terima kasih sayang.” Jadi oral sex tak sekedar hanya memberikan kenikmatan kepada pasangan kita saja, tapi ada nilai lebih darinya. Sebuah penghargaan dan penghormatan kepada pengorbanan pasangan kita. Begitu juga dengan istri yang mengoral penis laki-laki, seakan dia mengatakan,”sayang terima kasih atas kesetianmu kepadaku. Diluar sana begitu banyak wanita yang menginginkan tempat ini, tapi engkau tetap setia hanya untukku, istrimu seorang. Sayang terimalah bentuk penghormatanku kepadamu ini.” kurang lebihnya seperti itu. Jadi tidak melulu urusan kepuasan sexual secara ragawi. Karena jika dinilai darinya saja begitu dangkalnya pemaknaan kita tentang oral sex.

Tentang berapa persen pasangan suami istri melakukan oral sex maka bisa disimpulkan 97%. Data ini masih belum terlalu valid, kalau diperinci. misalnya data tersebut hasil wawancara atau hasil melihat video biru yang real. Kemudian ada berapa jumlah responden yang diwawancarai

Ttapi kesimpulan dari semua ini, oral sex jangan dianggap seperti penjajahan kepada pasangan. Tapi ada nilai lebih dari oral sex. Yakni penghargaan dan penghormatan kepada pasangan ketika diranjang. walau bentuk lain penghargaan dan penghormatan dalam kehidupan berumah tangga juga banyak bentuk.

Oral Sex. Bermanfaatkah?

Sumber

Masukan Komentar Anda

Komentar